Namaku Fitria, anak tunggal terlahir dari sebuah keluarga yang biasa . Aku dibesarkan penuh kasih sayang oleh orang tua ku , aku tidak pernah merasa sendirian disaat itu.
Orang tua ku bernama Wardi dan Pudji Meimi. Ayahku hanyalah seorang pekerja serabutan mengerjakan pekerjaan apapun . Ayahku pernah bekerja menjadi tukang ojek ,kuli bangunan,supir namun ayah tidak pernah mengeluh sedikitpun dengan semua pekerjaan yang sangat melelahkan. Aku pun tidak pernah malu dengan segala kondisi ekonomiku. Ibuku pun tadinya hanya seorang ibu rumah tangga tetapi pada akhirnya beliau memilih berdagang di sebuah SD tempat aku bersekolah.
Singkat cerita aku pun mulai beranjak dewasa , ibuku pun sering sekali sakit sakitan sampai akhirnya ibu di diagnosa terkena gagal ginjal, selain itu ibu juga mengidap diabetes yang sudah diketahui sejak lama,menurutku mungkin karena terlalu sering mengkonsumsi obat diabetes yang membuat akhirnya organ tubuh menjadi tidak berfungsi.Selama kurang lebih 6 bulan ibu melewati itu semua akhirnya akupun harus ikhlas menerima kenyataan pahit kehilangan sosok ibu yang sangat aku cintai.Saat itu aku masih berada di bangku SMK kelas 2.Aku yang sangat teramat menyesal karena belum sempat membahagiakan beliaupun meninggalkan luka yang sangat dalam, dan dari sini lah awal mula perang batinku dimulai.
Mungkin bagi sebagian orang menganggap aku terlalu lebay menjalani hidup namun tidak sesimpel itu . Beberapa hari setelah kepergian Ibu masih dengan masa masa sulit dan kesedihan disaat itupun aku baru tahu bahwa aku bukan anak kandung mereka.Nenek ku menceritakan kejadian sebenarnya dan membuat aku semakin tidak percaya dan sulit menerimanya.Banyak sekali muncul dalam benakku pertanyaan pertanyaan yang membuatku berada dalam kondisi terpuruk.Ayahku tidak pernah sama sekali menceritakan apapun semenjak aku tahu segalanya.Aku merasa sendiri saat itu dan tidak tau akan cerita semua kejadian itu kepada siapa , sampai akhirnya sahabatku chintia memberikan support yang begitu luar biasa untuk aku.Bisa dibilang dia adalah sahabat terbaikku yang selalu ada didalam masa sulit apapun.Beberapa saat setelah kejadian itu akupun baru tahu siapa orang tua kandung ku , dia adalah yang selama ini aku anggap om dan tanteku .
Ya ...
Ayah kandungku adalah adik dari ibu yang selama ini merawatku.Aku pun kaget mendengar hal tersebut , kadang aku berfikir dalam hati mengapa hanya saya yang dititipkan padahal ternyata saya adalah anak ke tiga dari lima bersaudara.Hatiku hancur saat itu dan jawaban mereka pun membuat perasaan ini tidak karuan dengan gampangnya mereka menjawab "karna saat itu kami tidak mempunyai biaya dan ingin meninggalkanmu di sebuah puskesmas dengan berharap ada orang lain yang mengadopsimu" , namun disaat itu ibu ku yang tidak bisa memiliki anak pun akhirnya mengadopsiku dan menjadikan ku anaknya .Ironis dan sangat disayangkan aku berharap tidak ada orang lain yang mengalami hal buruk seperti ini.Betapa sakitnya yang kurasa tapi aku hanya bisa diam seakan tidak terjadi apa apa , aku hanya bisa menangis dan meminta pertolongan kepada Allah supaya di berikan titik terang dalam hidupku .
Saat semuanya terjadi aku lebih memilih tinggal bersama ayah yang telah merawatku dari kecil dan lebih sayang padanya.Aku hanya tinggal berdua dengannya , namun saat itu masih ada nenek yang perhatian padaku hampir tiap hari membawakanku bekal untuk dibawa ke sekolah aku masih sangat beruntung memiliki nenek , namun berbeda dengan orang tua kandungku yang tidak memberikan sedikit perhatian kepadaku.Singkat cerita karna satu dan lain hal akhirnya rumah nenekku pun dijual dan akhirnya saya dan ayah saya harus pindah ke kontrakan lain dan berjauhan dengan nenek karena beliau tinggal bersama bibi ku yang lain. Akhirnya aku dan ayahku harus berjuang untuk memenuhi semua kebutuhan ku hingga tamat sekolah.
Aku sangat bangga kepada ayahku yang terus berjuang untuk mencukupi semuanya , akupun terus berjuang untuk mendapatkan prestasi yang baik disekolah , sampai akhirnya aku pun mendapatkan nilai kelulusan yang baik. Namun sayangnya karna faktor ekonomi aku pun tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Aku harus membantu ayahku untuk memenuhi semua kebutuhan kami supaya tercukupi. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah kerjaan yang cocok untukku sebuah admin di salah satu konsultan pajak di jakarta.Memang tidak terlalu besar penghasilan yang aku terima namun cukup untuk kami berdua .Dan disaat aku telah bekerja orang tua ku pun menjadi lebih perhatian aku tidak tahu apakah benar benar tulus atau tidak.Mereka sering meminta bantuan ku terutama ekonomi,awalnya aku mungkin egois karna memikirkan untuk tidak membantunya namun aku merasa itu tidak baik dan setelah aku berfikir bagaimana pun mereka orang tua ku , aku hanya bisa membantu semampu dan sebisa ku saja.
Setelah beberapa bulan bekerja aku bertemu dengan seseorang laki laki yang cukup membuatku nyaman.Dia tidak dari keluarga kaya raya maupun memiliki jabatan yang tinggi , dia adalah laki laki biasa yang sangat tangguh dan pekerja keras.Aku mengenalnya dari sosial media dan akhirnya kami menjalin sebuah hubungan. Aku sangat percaya dia adalah orang yang baik ,orang yang dikirimkan Allah untukku , beberapa waktu aku mengenalnya aku semakin merasa sangat menyayanginya.Dia selalu ada untukku .Walaupun hubungan kami tidak berjalan dengan baik masih sering bertengkar tapi aku tetap menyayanginya dengan setulus hati , aku pun telah memperkenalkan nya kepada seluruh keluarga ku dan mereka semua menyetujuinya.Aku mungkin belum jadi yang bisa dia harapkan namun aku tetep berusaha untuk jadi yang terbaik untuknya. 1 Tahun lebih aku berpacaran dengannya hingga saat ini . Aku tidak bisa membayangkan seandainya dia meninggalkan ku tidak ada penopang untuk hidupku karena dengan adanya dia dalam hidupku menjadi sebuah titik terang dalam kesendirian yang selama ini aku hadapi. sebelum mengenalnya aku merasa hidupku hampa karna aku hanya mencoba tersenyum dihadapan orang lain seakan tidak punya masalah apapun , namun disisi lain aku selalu menyembunyikan semua yang aku hadapi dan tidak akan pernah membagikannya kepada siapapun . Berbeda dengannya aku bisa menjadi diriku apa adanya dan terbuka untuknya .walaupun aku lebih sering membuatnya kecewa.
Untuk kamu ....
Maafin neng yang kurang mengerti kamu,neng tidak bermaksud membuat mu selalu marah kamu selalu mengajarkan ku arti rasa sayang sesungguhnya dan mengajarkan arti kesabaran dan pentingnya kejujuran dalam sebuah hubungan...
Makasih karena kamu hidupku lebih berwarna , makasih karna aa hidup neng lebih berarti
Makasih Risky ....
Neng akan tetap sayang kamu ....
Aku berharap kehidupanku akan selalu menjadikanku lebih dewasa dalam menyikapi semua yang terjadi dan bisa lebih terbuka dengan semua yang kurasa dengan orang lain.
Terima Kasih...